Glaukoma bisa menyebabkan seorang pasien menderita tekanan mental selain menderita secara fisik. Apalagi hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan Glaukoma. Hal ini disampaikan oleh Dra Retno IG Kusuma, konsultan psikologi RS Sanglah Denpasar…
Perubahan emosi akan menyertai penderita ketika mengetahui dirinya terserang Glaukoma.
Menurut saran beliau, dukungan moril dari anggota keluarga penderita Glaukoma sangat dibutuhkan. Jangan menakut – nakuti, karena akan menambah beban mental bagi penderita. Jika tidak diperhatikan perubahan emosi ini akan mengarahkan pasien menjadi kurang percaya diri dan menutup diri. Hal ini bisa berakibat pada menurunnya nafsu makan. Maka jika pola makannya mulai terganggu otomatis imunitas akan menurun dan ini memperburuk keadaan.
Berilah motivasi yang bisa membantu meningkatkan semangat dan bisa lebih menerima kondisi dirinya setelah menderita Glaukoma. Dukung setiap aktifitas si penderita. Jangan sampai muncul ketimpangan yang terlalu ekstrim.
Jaga semua aktifitas tidak jauh berbeda dengan aktifitas sebelum dan sesudah terserang Glaukoma. Hindari Stress sebisa mungkin. Rajin berkonsultasi dengan dokter dan jalani terapi dengan benar apabila diperlukan. End.
DIarsipkan di bawah: Kesehatan, Terapi, artikel | Ditandai: emosi, Glaukoma, imunitas, perubahan emosi, stress, tekanan mental






sy punys anak 2 terkena gloucoma sejak lahir sekarang mau tanya bagaimana membimbing anak sy spy ms dpny berhsl,klu pgbtn terbaik hrs kmn